Omelanku · Tazkirah

Saat Mata Tak Lagi Melihat

“Siapalah kita untuk rasa down dalam perjuangan ini? Tidak layak sedikitpun jika hendak dibandingkan dengan perjuangan Rasulluah SAW”

Ini adalah di antara sesuatu yang saya pelajari hari ini.Ayat ini bukan kali pertama didengar.Malah sudah selalu diulang sejak saya belajar tentang erti memberi.Sunnah perjuangan itu ada banyak.Jatuh bagun juga perkara biasa.Air mata sudah selalu menjadi teman.Kecewa dan syukur gembira selalu bercampur baur.Mehnah yang tidak akan didapati di mana-mana..tetapi sentiasa dirasai kewujudannya dalam arena perjuangan ini.Jika kita tiada di sini, sampai bila-bila pun kita tidak pernah akan tahu.

“Kita memang telah tahu..Masa depan itu pasti milik Islam.Tinggal diri kita..samada mahu berada di jalan, di mana kita sama-sama membantu untuk kemanangan Islam? atau kita mahu pilih untuk tidak turut serta..Allah SWT tidak perlukan kita sedikitpun untuk membantu agamaNya.Sebaliknya kita yang selalu mengharapkan pada Dia”

 

kaderdakwah

Terkesan saya mendengar kata-kata ini.Sekali lagi diingatkan dalam halaqah entah beberapa minggu yang lalu. Latar belakang saya tidak semuanya ada cerita yang baik.Kadang-kadang selalu tompok-tompok hitam datang melekat di hati. Cuma seingat saya..sejauh mana saya semakin pergi..masih ada sekelumit rasa, saya mesti kembali. Bila saya muhasabah semula, terfikir akan saya..hidayah yang sentiasa Allah beri itu, syukurilah nikmatnya. Sebelum ia hilang, terimalah..Siapalah yang lebih layak memberi, selain daripada Dia?

Benar..perjuangan ini tidak akan lengkap jika kita hanya menumpukan pada kerja-kerja Islam semata. Apa cerita dengan ibadah kita yang lain? Keluarga? Diri? Masa depan? Tanggungjawab? Belajar?  Silap haribulan, jadi fitnah pada Islam itu sendiri. Bab ini kadang-kadang saya jadi sedih untuk fikirkannya. Saya sentiasa mahu jadi yang terbaik untuk semua pecahan-pecahan ini. Semangat yang tenggelam timbul menggusarkan hati. Tuhan tolonglah..bantu aku untuk membantu agamaMu..

Saat mata tidak lagi melihat..

Saat bibir tidak lagi berbicara..

Saat telinga tidak lagi mendengar..

Saat deria tidak lagi merasa..

Saat jiwa tidak lagi di raga..

Saat tubuh membeku..

Saat penyesalan tidak berguna lagi..

Penghujung kita di mana agaknya?

Subhanallah wa Alhamdulillah wa Lailahaillah Allahu Akbar!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s