Tazkirah

Sabar aje lah

Pilihan tajuk sabar sangat bertepatan sempena pengisian Liqa untuk minggu ini.Benar-benar menguji kesabaran atas ujian ini.Kita tidak akan tahu selagi tidak mengalami dan merasai.Kita hanya bisa membicarakan tentang huraian makna SABAR. Sejauh manakah ia meresap masuk ke hati kita?Ia hanya praktikal bila kita mengalami sesuatu musibah.Tidak perlu musibah yang besar-besar.Cukup sekadar yang simple-simple tapi bisa membuatkan kita hilang sabar🙂

Ada beberapa ayat Al-Quran me-mention-kan tentang sabar.

Antara yang popular dan diketahui semua, surah Al-Asr.

Allah bersumpah dengan masa, sesungguhnya manusia itu di dalam kerugian, melainkan mereka yang berpesan-pesan dengan kebenaran dan kesabaran.

Juga tercatat contoh beberapa bentuk ujian daripada Allah SWT di dalam surah Al-Baqarah ayat 155.

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan.Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar

Perkongsian sekali lagi sebuah hadis yang pertama kali saya dengarkannya semasa berprogram di Nagano tahun lalu.Itulah dia hadis Ajaban atau bermaksud ajaib.Mengapa namanya hadis ajaib? Apa yang ajaibnya?

“Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin, sesungguhnya seluruh urusannnya baik baginya. Hal itu tidak akan dimiliki oleh seseorang, kecuali bagi seorang mukmin. Bila dia memperoleh kegembiraan, dia bersyukur dan itu adalah kebaikan baginya.Namun bila dia tertimpa penderitaan, dia sabar dan itu juga kebaikan baginya”. (HR. Muslim).

Di mana terletaknya keajaiban bagi seorang mukmin? Di tempat bilamana mendapat sesuatu dia bersyukur, dan bila ditimpa ujian dia bersabar.Kedua-duanya adalah kebaikan baginya, kan?

Tidak pernah saya mendengarnya sebelum ini.Rupa-rupanya ada sabar yang tidak qualified di sisi Allah SWT.Bermakna sabarnya tidak dikira oleh Allah SWT.

Sabda Rasullullah SAW, sabar yang terpuji itu adalah apabila yang mendadak datangnya pada musibah yang pertama, iaitu pada musibah itu baru berlaku.

Itulah nasihat Rasulullah kepada seorang perempuan yang menangis meratapi kematian anaknya di tepi pusara lalu memarahi Rasullullah yang tidak dikenalinya adalah seorang rasul kerana menyuruhnya bersabar.

Contohilah tingkatan sabar Ummu Sulaim yang kematian anak semasa ketiadaan suaminya di rumah.Sekembalinya Abu Talhah, diberinya makan, dilayan seperti selalu, ditenangkannya sebelum ia mengkhabarkan bahawa mereka telah kehilangan anak tercinta.Caranya penuh hikmah.

Berkata Ummu Sulaim,

“Jika kita telah meminjam barang orang apakah yang kita perlu lakukan?

Jawab Abu Talhah,

“Kita harus memulangkannya kembali”

“Sesungguhnya Allah telah meminjamkan anak kepada kita, maka telah sampai masanya dan kita harus pulangkan”

Rasullulah SAW telah mendoakan  zuriat bagi pasangan ini, atas keberkatannya maka lahirlahlah zuriat dan keturunan yang soleh dan solehah menggantikan kehilangan anak mereka.

—————————————————————————————————————————————-

Ketika hampir sejam ber-online, tiba-tiba seorang ahli kami ter-drop.Kemungkinan sambungan internet tidak seimbang di sana.Kali ke-3 terputus talian, kami masih mampu menekan pause button.Malangnya, talian terputus semakin kerap dan jarak masanya semakin singkat.Jika dibilang mungkin lebih daripada 10 kali.Sehingga akhirnya dia membuat keputusan untuk restart komputer.Terpaksa pula kami menanti beberapa minit, sehingga akhirnya majlis kami ditutup lebih lewat daripada biasa.

Teringat pula saya akan ujian yang sama pada hari sebelumnya.Usrah Sakinah juga menghadapi mehnah yang sama.Suara speaker terputus-putus, tenggelam timbul dan ada kalanya lansung tidak dengar.Mungkin ada masalah pada kualiti mikrofon.Semakin kerap pula ia berlaku, terpaksa pula mengulang point-point penting yang telah dibentangkan tapi tidak sampai pada halwa telinga kami. Sehingga akhirnya, majlis ilmu di alam maya kami terpaksa ditangguhkan atas masalah yang tidak dapat diperbaiki itu.

Tidak pernah ada dalam senarai pengalaman saya bermasalah teknikal semasa sedang ber-halaqah di atas garisan(on9).Itulah yang dikatakan ujian.

sabar dgn musibah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s